Mendayakan Masyarakat Desa Melalui Tanaman Obat Organik

Mendayakan Masyarakat Desa Melalui Tanaman Obat Organik

MASYARAKAT di Desa Karya Mulia, Kecamatan Rambang Kapak Tengah, Kota Prabumulih sekarang telah mempunyai langkah baru dalam mendayakan warga. Dengan pertolongan dari Pertamina EP Asset 2 Limau Field yang memiliki komitmen dalam program pemberdayaan warga, yang maksudnya tingkatkan warga di areanya.

Diantaranya dengan memberi pendampingan untuk Pertaganik (Pertamina serta Toga Organik), yang disebut salah satunya corporate social responsibility (CSR) dari perseroan itu. Lewat program itu, Pertamina bukan sekedar ingin memberi pengetahuan utamanya bertanam organik, tetapi memberi kesempatan buat warga untuk tingkatkan pendapatannya. Terutamanya buat warga Desa Karya Mulia yang menguasai adalah petani sawit.

“Di sini sebagian besar masyarakatnya kerja di perkebunan sawit plasma. Awalnya kami cuma berpendapatan hasil dari kebun sawit serta beberapa wanita di desa ini beberapa di dalam rumah mengatur keluarga. Hingga kemudian Pertamina masuk serta memberi penyuluhan serta edukasi mengenai langkah bertanam organik,” tutur Winda, salah satunya anggota Barisan Wanita

Tani Saritani Desa Karya Mulia, Rabu (2/10).

Dia menerangkan, barisan ini adalah kelompok dari warga di Desa Karya Mulia yang mengurus tempat di seputar rumah untuk jadikan tempat perkebunan organik.

“Ibu rumah-tangga di desa ini sebelumnya cuma menolong suami berkebun. Sekarang ibu rumah-tangga di sini telah mempunyai karier serta pekerjaan bercocok tanam,” katanya.

Diceritakannya, sesudah terdapatnya penyuluhan serta edukasi tentang tanaman obat keluarga, warga Desa Karya Mulia mulai mengerti jika tanaman di seputar yang sebelumnya dipandang rumput nyatanya mempunyai banyak faedah. Sesudah pengenalan tipe obat, baru warga di desa itu mulai melek serta pahami utamanya tanaman di sekitar rumah mereka.

“Warga di desa ini sekarang kami menyibukkan diri menanam tanaman obat keluarga, sayur-sayuran serta buah-buahan. Tempat https://elokfarm.com perkarangan kami disulap jadi kebun yang diatur rapi,” katanya.

Ditambah lagi, Nurjanah, anggota KWT Saritani, ada bermacam tanaman yang ditanam di perkebunan itu. Tertera ada beberapa ratus tipe tanaman. Baik tanaman obat atau sayuran serta buah.

“Semua ialah tanaman organik. Kami tidak memakai beberapa bahan memiliki kandungan zat kimiawi dalam pembudidayaan tanaman di sini. Serta untuk pupuk memakai kompos yang kami bikin sendiri,” tuturnya.

Mengenai pengetahuan serta edukasinya dibantu dari Pertamina. Nurjanah menjelaskan, dari hasil tipe tanaman obat itu digunakan sendiri oleh warga desa serta beberapa sukses di pasarkan atau di jual.

“Kita konsumsi sendiri,untuk tanaman obat. Dari mulai dewasa sampai beberapa anak bila sakit, kami cari serta mengolah obat dari kebun ini. Di sini banyak tanaman obat yang dapat dipakai untuk beberapa penyakit. Untuk sayuran serta buah sendiri, kami mengonsumsi sendiri waktu panen serta di jual ke market,” jelas Nurjanah.

Dia mengutarakan, dengan bercocok tanam semacam itu, dapat meningkatkan pendapatan warga di desa itu. Serta per minggu dapat membuahkan Rp200 ribu per orang.

“Dibanding tidak ada pekerjaan, dengan memproses tanaman obat serta berkebun semacam ini, warga desa dapat memperoleh pendapatan penambahan,” katanya.

Selain itu, Ketua KWT Karya Lestari Desa Karya Mulia, Suyoto menjelaskan, hampir sama dengan KWT Saritani, di KWT Karya Lestari juga telah ada beberapa ratus tanaman obat yang jadikan obat herbal serta digunakan warga jadi obat setiap hari. Serta barisan ini juga telah pasarkan produk tanaman herbal dari tumbuhan obat keluarga

yang dikeringkan di daerah Prabumulih serta sekelilingnya.

“Kita di sini membuat kelompok-kelompok. Jadi hasil dari produk yang kita jual, masuk dalam kas serta dibagi beberapa untuk pendapatan

anggota barisan,” tutur ia.

Bermacam tanaman yang diurus salah satunya, rosella, lidah mertua, daun pegagan, kumis kucing, dan lain-lain. Pemberdayaan warga semacam ini telah diawali semenjak beberapa waktu terakhir. Dia akui hal tersebut berawal waktu Pertamina EP Asset 2 Limau Field memberi program pendampingan serta pemberdayaan pada ibu-ibu di desa itu.

“Terdapat beberapa program pendampingan dari Pertamina ini, dari mulai edukasi tentang tanaman obat, pemrosesan pupuk, langkah pemrosesan produk sampai

paket produk. Alhamdulillah, dengan diberi pendampingan semacam ini, masyarakat desa kami telah dapat berkarya serta saat ini mempunyai pekerjaan positif yang membuahkan,” jelas Suyoto.

Pertamina EP Asset 2 Limau Field Manajer, Muhammad Nuh menjelaskan, program pendampingan Pertaganik untuk Desa Karya Baru itu adalah sisi dari CSR yang dikerjakan perseroan.

“Kita mengharap dengan program ini nanti dapat menolong perekonomian warga di desa ini. Warga yang sudah memproses tanaman obat serta tanaman organik ini bisa mendapatkan pendapatan penambahan. Karena itu, jadi bentuk perhatian kami, kami memberi sumbangsih berbentuk pendampingan,” tuturnya.

Tidak hanya di ajarkan untuk mengurus pertanian, masyarakat juga diajak untuk bikin pupuk organik yang datang dari sekitar lingkungan Desa Karya Mulia itu.

“Program ini mempunyai tujuan untuk membuat kemandirian Desa Karya Mulia dalam soal pangan, keperluan obat-obatan, lingkungan serta perekonomian. Sekarang sudah tercipta 7 KWT serta 2 TOGA punya perseorangan. Tidak hanya TOGA serta SORGA, ada implementasi pemakaian pupuk organik pada perkebunan karet,” tuturnya.

simak juga: Desa Latonliwo Satu Jadi Mode Program Sanitasi

Wakil Walikota Prabumulih, Andriansyah Fikri menghargai program pendampingan Pertamina untuk warga di Desa Karya Mulia. Karena, dengan demikian, warga di desa itu dapat memperoleh pendapatan penambahan serta perekonomian di desa itu juga jadi semakin maju.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*